|
Uang Amanah Korban Tsunami Mengendap di Bank Indonesia (BI) |
|
Pada tanggal 26 Desember 2005 Deputy Senior BI Miranda.S Goeltom melakukan peletakan batu pertama pembangunan perumahan mukim nelayan kecamatan meureubo kabupaten aceh barat provinsi aceh dengan anggaran sebesar 26, 3 milyar yang berasal dari sumbangan bank-bank di indonesia yang berkumpul di BI.
Uang Amanah Korban Tsunami Mengendap di Bank Indonesia (BI) Selama Lima Tahun Sebesar 26,3 M berapa bunganya… ? Pada tanggal 26 Desember 2005 Deputy Senior BI Miranda.S Goeltom melakukan peletakan batu pertama pembangunan perumahan mukim nelayan kecamatan meureubo kabupaten aceh barat provinsi aceh dengan anggaran sebesar 26, 3 milyar yang berasal dari sumbangan bank-bank di indonesia yang berkumpul di BI.
Pada saat peletakan batu pertama camat kecamatan meureubo adalah mohd. Djamin, g, SE dan PJ bupati aceh barat Drs. Nasruddin, MSi yang pada saat itu dilakukan peletakan batu pertama pembangunan pemukiman nelayan terdiri dari perumahan nelayan, pasar dan rumah sekolah.
Mantan camat meureubo mohd. Djamin mengatakan deputi senior bank indonesia ibu miranda gultom dua kali kekecamatan meureubo yaitu pada peletakan batu pertama tanggal 26 desember 2005 dan pada tanggal 09 agustus 2006 datang bersama rombongan kekantor camat meureubo beserta consultan perencanaan dari KN (kalaborasi Nurani).
Mohd Djamin mengatakan kecewa yang sangat mendalam karena pembangunan tersebut sudah lima tahun belum terujud, karena korban tsunami yang namanya telah diterima BI sebagai data awal telah menunggu dalam ketidakpastian dan pada tahun 2011 bukan rumah yang sudah siap diterima, tetapi pemindahan lokasi pembangunan yang terjadi.
Untuk dipahami bersama oleh semua pihak yang mana rumah pemukiman nelayan yang dibangun tersebut khusus untuk kecamatan meureubo bukan untuk kabupaten aceh barat yang tanahnya dibeli melalui anggaran APBA provinsi aceh dahulu pada saat saya masih aktif sebagai camat, kata mohd jamin yang saat ini sudah pensiun dari PNS.
Abdul jalil direktur gsf (grassroots society forum) mengatakan ada 4 (empat) pelanggaran terjadi yaitu. Pertama pihak bank indonesia (BI) telah menyalahkan gunakan amanah sumbangan untuk korban tsunami, kedua memancing konflik horizontal di masyarakat, ketiga uang tersebut pasti tidak disimpan dirumah pasti tersimpan dibank, tetapi tidak pernah kita dengar berapa besar bunganya uang sebanyak 26,3 miyar dikali lima tahun lamanya sehingga terindikasi bunganya milyaran rupiah juga selam 60 (enam puluh bulan), keempat adalah pemindahan sepihak dilakukan tampa melibatkan calon penerima bantuan (rumah).
Direktur gsf meminta pada pihak bank BI dan pemerintah daerah untuk transparan dalam mengelola sumbangan gempa dan tsunami dan untuk ikhlas membangun dikecamatan meureubo rumah pemukiman nelayan serta untuk tidak mengaitkan unsure politik karena masyarakat korban tsunami telah jenuh menanti rumah.
Pemindahan lokasi pembangunan rumah tsunami menurut analisa dan pemantauan tim gsf terindikasi unsure oknum pemda aceh barat yang merekayasa seolah –olah tanah tersebut tidak layak dibangun kata direktur gsfaceh abdul jalil. Contak person yang dapat dihubungi: Ustad Fery dari Tiem Kalaborasi Nurani hp: 081370550505 Abdul jalil Direktur gsf hp: 081360608842 Mantan Camat meureubo mohd jamin hp: 085360323335
|