|
MEULABOH – Sejumlah tokoh dari Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Rabu (16/2) berdelegasi ke DPRK setempat. Mereka protes dan menolak rencana pembangunan rumah untuk nelayan yang semula ditetap di kecamatan tersebut, kini akan dipindahkan ke Kecamatasn Samatiga. Sebab, warga telah menyediakan lahan dan dilakukan peletakan batu pertama pascatsunami untuk bangunan rumah nelayan itu di Kecamatan Meureubo
Warga Protes Pemindahan Lokasi Pembangunan Rumah Nelayan Aceh Barat Fri, Feb 18th 2011, 08:35
MEULABOH – Sejumlah tokoh dari Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Rabu (16/2) berdelegasi ke DPRK setempat. Mereka protes dan menolak rencana pembangunan rumah untuk nelayan yang semula ditetap di kecamatan tersebut, kini akan dipindahkan ke Kecamatasn Samatiga. Sebab, warga telah menyediakan lahan dan dilakukan peletakan batu pertama pascatsunami untuk bangunan rumah nelayan itu di Kecamatan Meureubo.
Delegasi yang dipimpin mantan Camat Meureubo, Mohd Jamin Gapi itu diterima Ketua Komisi C DPRK, Ir Yusaini dan anggota Drs Syamsul Bahri, Drs Meurah Ali, Murdani ST, dan Mufril. Dan guna mendengarkan maksud kedatangan perwakilan warga itu DPRK juga menghadirkan Kadis Cipta Karya dan Pengairan, Ir Sofyan, selaku pejabat pelaksana kegiatan (PPK) rumah kampung nelayan yang merupakan bantuan dari Bank Indonesia (BI).
Kepada wakil rakyat ini, Djamin Gapi menyampaikan warga di Kecamatan Meureubo menolak bila rumah perkampung nelayan ini dipindahkan ke kecamatan lain, sebab dari BI sebelumnya saat peletakan batu pertama sudah menetapkan lokasinya di Kecamatan Meureubo, yakni untuk nelayan yang terkena musibah tsunami. “Bila juga dipaksakan tetap dipindah, kami dalam waktu dekat ini akan melancarkan aksi demo besar-besaran ke DPRK dan kantor bupati,” ujar Djamin Gapi.
Ia menambahkan, terhadap pemindahan itu tak pernah dikhabarkan ke warga di Kecamatan Meureubo sehingga terkesan aneh, apalagi di Kecamatan Meureubo sudah ada lahan yang sekarang sudah dibersihkan.
Karena itu, pembangunan rumah nelayan itu harus tetap di Kecamatan Meureubo dan itu merupakan harga mati dari mayarakat Kecamatan Meureubo.
Akan dihadirkan BI Sementara itu, Ketua Komisi C DPRK, Ir Yusaini menyatakan, bahwa terhadap kedatangan ini akan disampaikan ke pimpinan dan diharapkan agar segera ada pertemuan bersama di DPRK yakni menghadirkan Bank Indonesia (BI) selaku penyandang dana, dan masyarakat, serta pihak eksekutif. Menurutnya, kedatangan warga ini menjadi masukan bagi DPRK dan selama tak tahu bahwa ada persoalan.
Sementara itu, Ir Sofyan, selaku PPK rumah nelayan menyatakan bahwa BI dan Pemkab sudah pernah mengelar pertemuan baru-baru ini, bahwa areal yang telah disediakan di Ujong Tanjong, Kecamatan Meureubo itu tak cocok, sebab harus mengeluarkan uang yang cukup banyak lagi karena lahannya bergambut, sehingga Pemkab menawarkan lahan lain yakni di Cot Seulamat, Kecamatan Samatiga.(riz) http://aceh.tribunnews.com/news/view/49653/warga-protes-pemindahan-lokasi-pembangunan-rumah-nelayan |