|
MEULABOH - Masyarakat korban tsunami dari Kabupaten Aceh Barat mmengeluh. Sebab, bantuan rumah untuk para nelayan dari Bank Indonesia (BI) dengan dana Rp 25 miliar hingga kini belum terealisasi.
Bantuan Rumah Nelayan BI Baru Tahap Pembersihan Lahan Aceh Barat Fri, Feb 4th 2011, 09:00
MEULABOH - Masyarakat korban tsunami dari Kabupaten Aceh Barat mmengeluh. Sebab, bantuan rumah untuk para nelayan dari Bank Indonesia (BI) dengan dana Rp 25 miliar hingga kini belum terealisasi. Padahal, peletakan batu pertama telah dilakukan enam tahun lalu. Bahkan untuk pembangunan rumah di Kecamatan Meureubo itu baru tahap pembersihan lahan.
Peletakan batu pertama untuk pembangunan rumah korban tsunami itu dilakukan pada tahun 2006 lalu dilakukan oleh mantan Pj Bupati Aceh Barat, Nasruddin Msi bersama mantan Deputi Senior BI, Miranda S Gultom. Wakil Ketua Komisi C DPRK Aceh Barat, Murdani ST kepada Serambi Kamis (3/2) mengatakan, masyarakat korban tsunami sudah menantikan rumah itu, tetapi sejauh ini masih belum mengembirakan. “Terkesan BI tak serius merealisasikan bantuannya,” ujar Murdani yang juga anggota DPRK asal Kecamatan Meureubo ini.
Ia meminta BI serius menyelesaikan rumah itu hingga selesai sehingga tak terkesan main-main. Apalagi sekarang sudah dilakukan pembersihan lahan serta selama ini masyarakat korban tsunami dari nelayan sudah menantikan rumah dimaksud. Karena itu, BI diminta serius sehingga masyarakat korban tsunami tak kecewa.
Sementara itu, pejabat pelaksana kegiatan (PPK) rumah perkampungan nelayan BI yang juga Kadis Cipta Karya dan Pengairan Aceh Barat, Ir Sofyan yang coba dikonfirmasi Serambi, Kamis kemarin tak berhasil.
Sementara itu, Ketua Gabungan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) Aceh Barat, Edi Candra menyatakan, masyarakat korban tsunami sangat kecewa dengan BI yang tak serius membantu membangun rumah bantuan untuk korban tsunami dengan anggaran yang sudah diplot oleh BI sebesar Rp 25 miliar. “Ini akibat BI yang tak tegas dan seperti main-main dalam merealisasikan bantuannya,” ujar Edi kepada Serambi, Kamis (3/2).
Edi meminta BI tak main-main dan harus segera merealisasikan bantuan rumah dari sebelumnya 500 unit sekarang sudah menjadi 145 unit. Edi juga berharap agar BI untuk tidak melibatkan Pemkab Aceh Barat dalam pengerjaan rumah bantuan itu, sehingga pembangunannya bisa selesai tepat waktu, seperti dilakukan sejumlah NGO asing pascatsunami enam tahun lalu.(riz) http://aceh.tribunnews.com/news/view/48654/bantuan-rumah-nelayan-bi-baru-tahap-pembersihan-lahan |