|
Tergiur Rumah Bantuan, Ratusan Warga Tertipu |
|
MEULABOH - Diperkirakan ada 300 warga miskin dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Barat menyerahkan uang Rp 3 juta hingga Rp 7 juta/orang kepada orang-orang yang mengaku akan mengurus bantuan rumah duafa.
Tergiur Rumah Bantuan, Ratusan Warga Tertipu * Diyakinkan dengan Satu Truk Tanah Timbun Utama Thu, Jan 6th 2011, 14:32
MEULABOH - Diperkirakan ada 300 warga miskin dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Barat menyerahkan uang Rp 3 juta hingga Rp 7 juta/orang kepada orang-orang yang mengaku akan mengurus bantuan rumah duafa. Untuk meyakinkan kalau urusan itu serius, si pelaku mengirim satu truk tanah timbun ke rumah korbannya. Dugaan kasus penipuan itu terungkap ketika banyak warga miskin menanyakan kelanjutan bantuan rumah duafa itu kepada Bupati Aceh Barat, Ramli MS. Warga mulai resah karena urusan yang dimulai sejak 2010 belum ada tanda-tanda berlanjut meski sudah memasuki 2011. “Yang ada hanya satu truk tanah timbun. Padahal uang yang sudah disetor berkisar antara Rp 3 juta hingga Rp 7 juta/orang,” kata Bupati Ramli kepada Serambi, Rabu (5/1) mengutip laporan yang diterimanya.
Bupati Aceh Barat memastikan warga miskin yang jumlahnya diperkirakan mencapai 300 orang itu sudah tertipu. Karena hingga kini belum ada petunjuk resmi dari provinsi mengenai program rumah duafa. Begitu pun dari Pemkab Aceh Barat, belum ada program dimaksud. “Kita minta korban segera melapor ke polisi untuk ditindaklanjuti,” kata Ramli. Menurut laporan warga, pelaku yang menjanjikan mampu mengurus rumah duafa mendatangi calon korbannya dengan meminta syarat-syarat administrasi seperti fotocopy KTP dan kartu keluarga. Selain itu, juga disyaratkan menyerahkan uang pelicin untuk pengurusan yang nilanya bervariasi, ada yang Rp 3 juta dan ada pula Rp 7 juta/orang.
Setelah mendapatkan syarat-syarat administrasi plus uang tunai, si pelaku mengirimkan satu truk tanah timbun ke rumah korbannya. Beberapa sumber mengatakan, hingga kini tanah timbun itulah yang didapat korban. “Bisa jadi itu tanah timbun termahal di dunia,” kata seorang warga. Kapolres Aceh Barat AKBP Djoko Widodo MSI melalui Kasat Reskrim AKP Suwalto SH SIk menjawab Serambi, Rabu (5/1) sore mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan terkait dugaan penipuan yang dilakukan oknum-oknum tertentu terhadap ratusan warga miskin yang mengharapkan rumah bantuan duafa.(edi) http://www.serambinews.com/news/view/46381/tergiur-rumah-bantuan-ratusan-warga-tertipu
|