|
Pemasok material membongkar material rumah ADB di perumahan Alue Penyerang I, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Minggu (21/11). Pembongkaran itu merupakan aksi protes terhadap belum dibayar material mereka oleh PT ASA sebesar Rp 934,6 juta.SERAMBI/RIZWAN MEULABOH - Sembilan pemasok material dari PT ASA, rekanan yang mengerjakan rumah bantuan ADB di Alue Penyareng, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, menyatakan bahwa kasus penipuan yakni tak dibayarnya harga material oleh PT ASA, sudah dilaporkan ke Polres Aceh Barat. Minggu kemarin dilaporkan, para pemasok material itu telah membongkar barang material pada sebuah rumah bantuan untuk korban tsunami tersebut.
Pemasok Material Bongkar Ruah Bantuan ADB * Polisi Diminta Segera Panggil Rekanan Aceh Barat Mon, Nov 22nd 2010, 11:35 Pemasok material membongkar material rumah ADB di perumahan Alue Penyerang I, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Minggu (21/11). Pembongkaran itu merupakan aksi protes terhadap belum dibayar material mereka oleh PT ASA sebesar Rp 934,6 juta.SERAMBI/RIZWAN MEULABOH - Sembilan pemasok material dari PT ASA, rekanan yang mengerjakan rumah bantuan ADB di Alue Penyareng, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, menyatakan bahwa kasus penipuan yakni tak dibayarnya harga material oleh PT ASA, sudah dilaporkan ke Polres Aceh Barat. Minggu kemarin dilaporkan, para pemasok material itu telah membongkar barang material pada sebuah rumah bantuan untuk korban tsunami tersebut.
Menurut pemasok material itu, laporan telah disampaikan ke Polres Aceh Barat pada Juli 2008 lalu. Setelah itu adanya perjanjian bahwa PT ASA akan membayar semua utang-utangnya pada suplayer material itu, akan tetapi hingga kini tak juga direalisasikan. Selanjutnya, pada awal tahun 2009, sembilan pemasok menyatakan sudah membuat pengaduan lagi secara ke Polres Aceh Barat terhadap tak direalisasikan uang oleh PT ASA sebesar Rp 943,6 juta itu. Selain pimpinan PT ASA dilaporkan, Ir Zaini Yusuf, mantan Kasatker rumah BBR NAD juga dilaporkan ke polisi karena lepas tangan dan tak bertanggung jawab dalam masalah rumah ADB itu. “Kami sudah laporkan kasus itu secara resmi ke polisi pada awal tahun 2009. Tapi sejauh pihak kepolisian belum memanggil pihak rekanan yang ingkar janji itu, sehingga persoalan jadi berlarut. Karena itu kami mengharapkan pihak kepolisian segera memanggil pihak PT AS tersebut,” ujar Bahri dibenarkan Rusli, pemasok material kepada Serambi, Minggu (21/11).
Menurutnya, mereka menginginkan uang itu segera dibayar, kalau tidak, maka material yang dipasang di rumah bantuan ADB itu akan kami diambil kembali. Kata Bahri, selama ini pemasok tetap bersabar terhadap janji itu dan pada surat perjanjian memang tak tertera waktu batas sehingga karena tak dibayar-bayar sehingga pada awal 2009 kembali melapor ke polisi, tetapi selama ini tak ada pengusutan.
Mulai dibongkar Sementara itu, pada Minggu (21/11), satu dari 50 rumah ADB yang selama ini disegel oleh pemasok material, mulai dibongkar paksa sebagai bentuk kekecewaan terhadap uang sebesar Rp 943,6 juta belum juga dibayar. Aksi pembongkaran material berupa pintu dan jendela pada Minggu kemarin, sempat membuat heboh warga kompleks perumahan ADB dan resah, sebab dari 50 unit dinyatakan segel oleh pemasok material ini, sekitar 20 unit sudah dihuni oleh korban tsunami.
Sebab mereka sudah lama menginginkan segera menempati rumah bantuan jatah mereka meski mereka ketahui bahwa rumah yang dihuni masih ada sangkut paut utang antara pemasok material dan PT ASA. Selain membongkar material pada sebuah rumah, para pemasok itu juga memberikan peringatan pada 20 warga yang sudah menetap di rumah yang mereka segel bahwa aksi serupa akan kembali dilancarkan pada Minggu pekan depan dengan membawa alat berat, sebab pemasok tak terima dihuni dulu rumah ADB ini, sebelum pihak rekanan membayar utangnya.(riz) http://www.serambinews.com/news/view/43293/pemasok-material-bongkar-ruah-bantuan-adb
|