|
MEULABOH -Murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kampung Belakang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat menyerahkan sumbangan koin untuk Pemkab membangun rumah korban tsunami. Bantuan terkumpul dari para murid sebesar Rp 105.050 diserahkan Kepala MIN Hafsah Abdullah dan diterima oleh Safrizal, Koordinator aksi Gabungan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) di posko Batee Puteh Suak Ujong Kalak, Meulaboh, Senin (1/2).
Hafsah (kanan) menyerahkan koin untuk Pemkab yang disumbang murid MIN guna membangun rumah korban tsunami diterima Safrizal, Koordinator aksi GPRS Aceh Barat di posko korban tsunami Batee Puteh Suak Ujong Kalak, Meulaboh, Senin (1/2).SERAMBI/RIZWAN
Serambi Murid MIN Sumbang Koin untuk Pemkab Aceh Barat 2 Februari 2010, 09:17
MEULABOH - Murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kampung Belakang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat menyerahkan sumbangan koin untuk Pemkab membangun rumah korban tsunami. Bantuan terkumpul dari para murid sebesar Rp 105.050 diserahkan Kepala MIN Hafsah Abdullah dan diterima oleh Safrizal, Koordinator aksi Gabungan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) di posko Batee Puteh Suak Ujong Kalak, Meulaboh, Senin (1/2).
Hafsah mengatakan, koin yang dikumpulkan para muridnya diharapkan akan membantu para korban tsunami mendapatkan rumah. “Meski bantuan sedikit inilah partisipasi murid-murid MIN kami yang peduli kepada kemanusian dan diharapkan uang ini dapat membantu,” jelasnya. Safrizal berterima kasih terhadap bantuan oleh para murid MIN yang sudah menyumbang uang koin mereka yang disisihkan untuk membantu korban tsunami. Yakni koin yang terkumpul ini akan diserahkan ke Pemkab Aceh Barat guna dibangun rumah korban tsunami yang selama ini diabaikan oleh pemerintah dan BRR NAD-Nias meski sudah terdaftar sebagai penerima rumah bantuan.
Ia menambahkan, uang yang terkumpul sudah banyak yang menyumbang, baik itu dari murid SD, dan mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Kelautan UTU Meulaboh pekan lalu, serta dari pengguna jalan yang digalang oleh warga, mahasiswa, korban tsunami dan aktifis LSM. “Posko penggalangan koin masih kita buka dan masih terus dilakukan,” kata Safrizal.
Sementara itu, Koordinator GPRS, Edy Candra menambahkan, koin yang sudah terkumpul selama sebulan sudah mencapai Rp 10 juta. Aksi ini akan terus dilakukan sehingga akan diteruskan kepada Pemkab Aceh Barat. Ia menyebutkan penggalangan dilakukan bukan saja oleh warga, mahasiswa, dan LSM, juga dibantu para korban tsunami.
Edy menambahkan, mereka masih terus membuka posko korban tsunami sebab para korban tidak ada lagi tempat tinggal. “Kami berharap rumah duafa yang pernah dijanjikan beberapa waktu terakhir yang dikabarkan akan dianggarkan dalam RAPBA dapat direalisasikan dan bukan hanya janji. Pemerintah Aceh pernah menyatakan akan membantu korban tsunami dengan rumah duafa,” jelasnya.(riz) http://www.serambinews.com/news/view/23108/murid-min-sumbang-koin-untuk-pemkab |