|
MEULABOH - Aksi mogok makan babak kedua menuntut rumah bantuan oleh korban tsunami dari Gabungan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) Aceh Barat
Serambi Mogok Makan Tuntut Rumah Dihentikan Aceh Barat 26 Januari 2010, 09:41 Mogok makan Tiga peserta mogok makan dari Gabungan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) Aceh Barat terpaksa diinfus karena kondisi semakin memburuk, Senin (25/1). Aksi mogok makan sudah empat hari di posko Batee Puteh Suak Ujong Kalak, Meulaboh dihentikan.SERAMBI/RIZWAN MEULABOH - Aksi mogok makan babak kedua menuntut rumah bantuan oleh korban tsunami dari Gabungan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) Aceh Barat sejak Jumat lalu, pada Senin (25/1) sore terpaksa dihentikan. Pasalnya kondisi tiga peserta yang bertahan selama empat hari semakin memburuk sehingga harus diinfus dan terpaksa dipulangkan ke pihak keluarga.
Menurut amatan Serambi, Senin di posko korban tsunami di Batee Puteh Suak Ujong Kalak, Meulaboh menemukan tiga peserta mogok makan dan kondisinya semakin lemas sehingga terpaksa diinfus. Mereka hanya tidur di bawah terpal dan ketiga peserta yang hingga siang kemarin masih bertahan adalah Maimun, Iskandar, dan Supardi.
Koordinator aksi mogok makan, Safrizal didampingi jurubicara, Dadang mengatakan, kondisi para peserta aksi semakin memburuk sehingga ketiganya harus terpaksa harus diinfus guna menambah cairan guna bisa bertahan. Aksi mogok tetap bertahan sudah empat hari ini adalah berharap janji rumah buat mereka agar benar-benar direalisasikan. “Aksi mogok makan ini sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang selama ini hanya bisa memberi janji,” jelasnya.
Dikatakan, jumlah peserta mogok makan sebelumnya sebanyak enam orang dan pada Minggu tinggal tiga orang karena yang lainnya mundur. Kondisinya semakin memburuk sehingga yang bertahan hanya tiga orang. Safrizal menyatakan, aksi mogok makan dihentikan pada sore hari karena kondisi peserta semakin memburuk untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Sebab ketiga pemogok makan sudah mencret dan badan lemas sehingga mereka dikembalikan ke pihak keluarga. Ia mengatakan meski aksi mogok telah dihentikan tetapi perjuangan supaya direalisasikan rumah korban tsunami yang terbaikan ini akan terus dilakukan, serta akan tetap bertahan di posko.
Harus direalisasikan Sementara itu Ketua Komisi C DPRK Aceh Barat Mufril meminta rumah duafa yang pernah dijanjikan untuk diberikan kepada korban tsunami harus benar-benar direalisasikan. “Harapan kita DPRA dan Pemerintah Aceh benar-benar mengakomodir masalah ini dalam RAPBA 2010 yang sedang dibahas itu,” jelasnya.
Diakui saat tim DPRK dan Pemkab Aceh Barat ke Banda Aceh beberapa waktu lalu, bahwa DPR Aceh dan Pemerintah Aceh sudah setuju akan diakomodir dalam RAPBA 2010 serta anggota DPRA juga sudah turun langsung ke Aceh Barat. Karena itu janji yang pernah diutarakan itu diharapkan hanya sebatas janji sebab korban tsunami yang belum mendapatkan rumah ini sudah berharap benar-benar direalisasikan.(riz) http://www.serambinews.com/news/view/22597/mogok-makan-tuntut-rumah-dihentikan
|