|
Pendemo Menderita Diare dan Demam Aceh Barat 13 Januari 2010, 09:53
MEULABOH - Para pendemo yang merupakan korban tsunami di Aceh Barat sejak dua pekan terakhir masih bertahan di tenda Desa Suak Ribe, Meulaboh. Pejuang rumah korban tsunami ini mulai diserang diare, demam, dan gatal-gatal. Koordinator GPRS, Edy Candra kepada Serambi, Selasa (12/1) mengatakan, jumlah korban tsunami bertahan di tenda posko mencapai puluhan orang. Mereka selama ini bertahan di barak dan tidak tahan sehingga menetap sementara di posko tenda. “Perjuangan untuk mendapatkan rumah akan terus dilakukan,” ujarnya.
Menurut Edy, korban tsunami yang terserang deman dan gatal-gatal adalah Kak Tam (35), Tina (26), Tata (9), Kak Sal (37). Para korban tsunami yang terserang penyakit ini sudah dibawa oleh mereka rumah sakit terdekat guna berobat, sebab selama ini tidak pernah mendapat pertolongan oleh pemerintah daerah selama mereka bertahan di tenda.
Ia mengatakan, dalam waktu para korban kembali melakukan demo besar-besaran seperti beberapa waktu lalu, sebab sejauh ini masih sebatas janji didapati sehingga apa yang pernah dijanjikan akan dibantu melalui rumah duafa itu benar-benar direalisasikan sehingga tidak terkesan selama ini pejabat hanya bisa menebar janji. “Jadi kami akan terus memantau bahwa anggota DPR Aceh dan pejabat Pemkab berjanji akan berjuang rumah duafa melalui RABPA 2010,” katanya.
Koin bertambah Sementara itu, penggalangan koin yang dilakukan warga, mahasiswa, dan aktifis LSM di Meulaboh, Aceh Barat, masih berlangsung. Jumlah dana yang terkumpul hingga Selasa (12/1) sudah mencapai Rp 6 juta.(riz) http://www.serambinews.com/news/view/21640/pendemo-menderita-diare-dan-demam
|