|
Pendudukan Gedung DPRK Berlanjut * Demo Stikes Masih Bertahan Aceh Barat 30 December 2009, 10:11
MEULABOH - Aksi demo korban tsunami Kabupaten Aceh Barat masih berlanjut di gedung DPRK setempat. Mereka tetap menduduki gedung dewan karena belum ada kepastian terhadap tuntutan rumah bantuan yang sudah lama dinantikan. Sementara itu, DPRK dan Pemkab, Selasa (29/12) bertolak ke Banda Aceh guna menemui Gubernur Aceh memperjuangkan masalah tersebut. Menurut amatan Serambi, Selasa (29/12) sejumlah tenda masih dipasangkan oleh korban tsunami dipagar DPRK Aceh Barat, serta mereka juga memasak di lokasi ini dan sudah tiga malam terakhir menginap meski sudah dua malam ini hujan menguyur, mereka tetap bertahan dan tidak akan pulang sebelum ada kepastikan rumah akan dibangun. Para pendemo ini juga memasak di lokasi ini dan makan bersama dibawah tenda.
Koordinator aksi dari Gabungan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) Aceh Barat, Aduwina, mengatakan, aksi ini akan terus dilakukan oleh korban tsunami sehingga tuntutan korban tsunami dikabulkan. Mereka sekarang tidak hanya mendengar janji tetapi bukti. “Korban tsunami meminta sekarang adalah kepastian dan ukan janji seperti beberapa waktu lalu yang katanya sudah ada titik terang, tetapi malah kabur,” ujarnya. Aduwina didampingi Ramu Indra meminta pemerintah segera merealisasikan bantuan terhadap korban tsunami ini, sebab mereka selama ini haknya diabaikan. Sementara itu, pengurus Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Barat (Ipelmabar) Banda Aceh prihatin dan mendesak Pemerintah Aceh sesegera mengambil langkah-langkah konkrit guna memenuhi kepentingan rakyat yang paling mendasar.
Demo Stikes Sementara itu, unjukrasa puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Medika Seuramo Barat, Meulaboh, hingga Selasa (29/12) masih bertahan. Mereka membuka posko di depan Kantor DPRK Aceh Barat. Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap tututan agar pengelolaan anggaran di lembaga pendidikan ini transparan. Indah, koordinator aksi mengatakan, mereka akan tetap bertahan sebelum tuntutan mahasiswa direalisasikan. Mereka ingin dipertemukan dengan yayasan untuk menanyakan terhadap transparan anggaran di STIKES. Sebab selama ini banyak pengutipan yang diluar dari apa yang telah disepakati. “Kami sudah membuka posko disini dan akan bertahan sebelum pihak yayasan turun ke Meulaboh,” ujar Indah.
Sementara itu, Ketua Stikes Medika Seuramo Barat, Baharuddin SKM ditanyai kemarin mengajak supaya mahasiswa segera menghentikan aksi ini dan belajar kembali, serta apa yang dibebankan pada mahasiswa ini sudah ada dalam aturan yang ditandatangani saat mahasiswa masuk ke STIKES. “Yang melakukan aksi itu hanya segelintir mahasiswa yang hanya berjumlah 55 orang, sedangkan jumlah mahasiswa kita 720 orang,” ujarnya. Baharuddin mengatakan aksi yang dilakukan adalah sangat merugikan mahasiswa itu sendiri dan orang tua yang telah membiayai. Dan diakuinya dalam pertemuan di DPRK bahwa pihaknya sudah bersedia menyepakati sejumlah poin tetapi malah mahasiswa yang tidak sepakat. Ia akan mengupayakan pihak yayasan hadir sehingga dapat menjelaskan persoalan pada mahasiswa.(riz) |