|
MEULABOH - Masyarakat dari empat desa di Kabupaten Aceh Barat, Senin (12/9) memblokir jalan Ranto Panyang-Tumpok Ladang di lintas Meureubo-Kaway XVI. Jalan sepanjang 4 kilometer yang sebelumnya pernah dijanjikan dibangun dalam tahun 2011
Warga Blokir Lagi Lintas Meureubo Selasa, 13 September 2011 09:11 WIB MEULABOH - Masyarakat dari empat desa di Kabupaten Aceh Barat, Senin (12/9) memblokir jalan Ranto Panyang-Tumpok Ladang di lintas Meureubo-Kaway XVI. Jalan sepanjang 4 kilometer yang sebelumnya pernah dijanjikan dibangun dalam tahun 2011 melalui dana Otsus sebesar Rp 4,8 miliar tetapi hingga kini belum direalisasikan sehingga kerusakan kian parah. Akibat aksi blokir oleh ratusan warga ini, arus transportasi darat menggunakan armada empat roda menjadi lumpuh.
Aksi blokir dilakukan ratusan warga dengan menebang pohon dan diletakkan di badan jalan serta menanam berbagai jenis pohon seperti pinang, kelapa, dan sejumlah tamanan lain. “Aksi yang kami lakukan hari ini memblokir jalan merupakan aksi lanjutan yang pernah kami lakukan awal tahun 2011 lalu, tetapi waktu itu dijanjikan akan dibangun mulai bulan Juni 2011, tetapi sudah masuk September belum juga dikerjakan,” ujar Mukim Ranto Panjang, Cahidin kepada wartawan di lokasi pemblokiran, Senin (12/9).
Jalan ini dijanjikan akan dibangun dengan melalui dana Otsus 2011 tetapi hingga kini belum ada realisasinya, sehingga masyarakat dari empat desa yaitu Desa Pasi Aceh Baroh, Pasi Aceh Tunong, Pasi Aceh Tengoh, dan Tumpok Ladang menjadi kecewa. Bentuk kekewewaan itu mereka tumpahkan ke jalan.
Zanuddin dan Muhammad, penduduk Pasi Aceh Baroh mengungkapkan, kerusakan jalan kian parah dan selama ini tidak pernah diperbaiki sehingga penduduk tidak tahu kemana mengadu lagi. Namun, yang makin kecewa adalah sebelumnya sudah dijanjikan akan dibangun. “Jalan daerah kami sudah seperti kubangan kerbau karena tidak pernah mendapat perhatian,” ujar Muhammad.(riz)
Editor : bakri http://aceh.tribunnews.com/2011/09/13/warga-blokir-lagi-lintas-meureubo |