|
MEULABOH - Sejumlah keuchik dari Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat, Selasa (23/11) berdelegasi ke gedung DPRK. Aparat desa itu memprotes terhadap pelayanan medis di Puskesmas pembantu (Pustu) Alue Kuyun yang tidak maksimal. Malah, menurut aparat desa itu, Pustu tersebut hanya dibuka dalam seminggu sekali.
Para Keuchik Protes Pustu Hanya Buka Seminggu Sekali Aceh Barat Wed, Nov 24th 2010, 11:21
MEULABOH - Sejumlah keuchik dari Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat, Selasa (23/11) berdelegasi ke gedung DPRK. Aparat desa itu memprotes terhadap pelayanan medis di Puskesmas pembantu (Pustu) Alue Kuyun yang tidak maksimal. Malah, menurut aparat desa itu, Pustu tersebut hanya dibuka dalam seminggu sekali.
Para keuchik dan sekdes itu diterima Ketua Komisi A DPRK Aceh Barat, Rizwan MA. Adapun keuchik yang ikut menyampaikan aspirasi masyarakat itu adalah, Keuchik Blang Dalam, Basyah Kamal, Keuchik Alue Kuyun, Banta Lidan, Keuchik Teumikem Ranon, Marzuki, Sekdes Balang Dalam, Ramli, dan Sekdes Buket Meugajah, Lukman.
Kepada wakil rakyat itu, aparat desa ini menyampaikan bahwa selama ini Pustu Alue Kuyun pelayanan medis sangat buruk dan jarang dibuka. Sehingga warga di sejumlah desa yang berdekatan dengan Pustu yang sudah lama dibangun itu harus berobat ke Puskesmas yang ada di wilayah lain.”Masyarakat selama ini bila ingin berobat harus ke Puskemas Meutulang dan Sungaimas,” ujar seorang keuchik.
Mereka meminta DPRK menyampaikan hal ini, sebab warga empat desa yang sekitar Pustu selama ini sangat mengeluh sehingga dapat ditempatkan petugas medis yang memadai. Sebab selama ini kalau pun Pustu itu dibuka hanya sehari dalam sepekan dan itu pun tidak rutin. Menurut para keuchik itu, di Puskesmas di kota Meulaboh sangat banyak petugas medis, karena itu keuchik mengharapkan agar ada pemerataan penempatan petugas medis itu.
Ketua Komisi A, Rizwan mengatakan, terhadap keluhan warga akan disampaikan ke Dinas Kesehatan dan Pemkab, dengan harapan Pustu yang tak ada petugas medis ini dapat diisi, apalagi ini kebutuhan mendesak masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. “Memang selama ini kami prihatin terhadap penempatan tenaga medis yang tak merata, bahkan, ada Pustu di Kecamatan Arongan Lambalek, baru-baru ini sudah dihuni ternak karena tak ada petugas medis,” ujar Rizwan. Ia meminta Dinas Kesehatan segera menuntaskan persoalan ini dan tak membiarkan berlarut.(riz) http://www.serambinews.com/news/view/43420/pustu-hanya-buka-seminggu-sekali
|