Poll

busyLoading Poll...
busyLoading Poll...

Berlangganan Artikel Baru

Name:
Email:

Login Box

Login

Don't You have account?

Sign Up

Facebook Like Button

Update Berita

Perkebunan Karet Hak Guna Usaha PT.SIR Terindikasi Telah Ditelantarkan, Perlu Segera DiCabut / dihapus Sesuai PP No 11 Thn 2010 Tentang Penertiban & Pendayagunaan Tanah Terlantar, Perlu Segera Tindakan Dari Kakanwil BPN Provinsi Aceh untuk Ditertipkan oleh PANITIA C sebagai tim indetifikasi tanah terlantar merujuk pada Perkbn no 4 thn 2010 tata cara penertiban tanah terlantar
Gaji Dua Dokter Spesialis di RSU Distop

MEULABOH - Gaji dua dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, sudah dihentikan sementara waktu karena tak masuk kerja. Bahkan seorang diantarnya telah diusul pecat.

Gaji Dua Dokter Spesialis di RSU Distop

* Seorang Diusul Pecat
Aceh Barat Tue, Nov 23rd 2010, 11:35

MEULABOH - Gaji dua dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, sudah dihentikan sementara waktu karena tak masuk kerja. Bahkan seorang diantarnya telah diusul pecat.

Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, dr Zafril Luthfy MKes kepada Serambi, Senin (22/11) mengatakan, dua dokter yang sudah distop gajinya itu adalah, dr Denny Rifsal SpB (spesialis bedah) dan dr Sri Mulyani SpP (spesialis paru-paru). “Kedua dokter itu sudah kita minta harus selesaikan dulu persoalan mereka, dan sebagai sanksi gaji sementara waktu ditahan,” ujar Luthfy.

Menurutnya, untuk dr Denny tak masuk kerja sejak Januari 2010 lalu yakni pergi sekolah mendalami spesialis di Bandung, akan tetapi sejauh ini belum ada izin dari Pemkab Aceh Barat, tetapi tetap pergi. Dan informasi diperoleh, ada miskomunikasi masalah izin, menurut dr Denny, melanjutkan studi itu dengan biaya sendiri. Sedangkan dr Sri Mulyani, selama ini memang tak masuk-masuk kerja dengan dalih sudah ada surat pindah, akan tetapi sejauh ini belum ada surat pindah dari Gubernur Aceh, sebab ia meminta pindah ke Makasar, ikut suami bekerja bank di wilayah itu.

Kata Luthfy, selama ini memang kedua dokter speasialis itu terus menerima uang gaji setiap bulan dan setelah didalami dan diminta penjelasan, sehingga gaji mereka telah dihentikan sementara waktu, sampai persoalan itu klar.

 Diusulkan pecat
Selain masalah dua dokter spesialis, dr Luthfy menyatakan, bahwa kasus dr Zulkarnaien SpA (spesialis anak) yang melarikan diri dari tugas sudah beberapa bulan sejauh ini juga tak ada khabar. Menurut Direktur RSUD Meulaboh itu, dr Zul sudah diusulkan pecat sebab tak ada khabar dan surat dari Pemkab Aceh Barat juga sudah disampaikan ke Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI. Sebab dr Zul itu adalah dokter PNS di Aceh Barat apalagi spesialis dibiayai Pemkab Aceh Barat.  

Pada bagian lain, Direktur RSUD-CND mengatakan, pihaknya sudah menjadwalkan untuk memanggil pihak penggelola parkir di RSU guna dipertanyakan terhadap tarif parkir yang dikeluhkan oleh keluarga pasien yang mencapai Rp 2.000/unit sepeda motor (pada siang hari) dan Rp 5.000/unit sepmor (untuk malam). “Saya akan pertanyakan berapa sebenarnya tarif itu, kalau betul mahal maka harus diturunkan dan disesuaikan dengan harga yang wajar,” ujar Luthfy.

Ia mengakui bahwa pada parkir di RSU dikenakan pendapatan asli daerah (PAD) setiap tahunnya yakni untuk tahun 2010 sebesar Rp 24 juta/tahun yakni Rp 2 juta/bulan. Dan Zafril juga mengaku tak mengetahui jelas siapa pengelola parkir sebab dilakukan melalui lelang.(riz)
http://www.serambinews.com/news/view/43353/gaji-dua-dokter-spesialis-di-rsu-distop

 


Translate Web Ke Bahasa :

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday782
mod_vvisit_counterYesterday803
mod_vvisit_counterThis week782
mod_vvisit_counterLast week7557
mod_vvisit_counterThis month24019
mod_vvisit_counterLast month38113
mod_vvisit_counterAll days583233

Online (20 minutes ago): 28
Your IP: 38.107.179.227
,
Today: Mei 20, 2012