Poll

busyLoading Poll...
busyLoading Poll...

Berlangganan Artikel Baru

Name:
Email:

Login Box

Login

Don't You have account?

Sign Up

Facebook Like Button

Update Berita

Perkebunan Karet Hak Guna Usaha PT.SIR Terindikasi Telah Ditelantarkan, Perlu Segera DiCabut / dihapus Sesuai PP No 11 Thn 2010 Tentang Penertiban & Pendayagunaan Tanah Terlantar, Perlu Segera Tindakan Dari Kakanwil BPN Provinsi Aceh untuk Ditertipkan oleh PANITIA C sebagai tim indetifikasi tanah terlantar merujuk pada Perkbn no 4 thn 2010 tata cara penertiban tanah terlantar
Orangtua PNS, Termasuk Kategori Mampu

Meulaboh - Pemberian beasiswa bagi tiga lulusan dari beberapa SMA negeri Meulaboh, Aceh Barat masuk kuliah di Fakultas Kedokteran Unsiyah dengan jalur beasiswa, dinilai terjadi kecurangan.

Orangtua PNS, Termasuk Kategori Mampu
Proses Beasiswa di Meulaboh Curang
Senin, 17 Mei 2010 | 09:28
Meulaboh - Pemberian beasiswa bagi tiga lulusan dari beberapa SMA negeri Meulaboh, Aceh Barat masuk kuliah di Fakultas Kedokteran Unsiyah dengan jalur beasiswa, dinilai terjadi kecurangan.

Pasalnya, ketiga penerima beasiswa itu, berlatar belakang memiliki perekonomian orangtuanya mampu, bahkan masing-masing orangtua berpofesi sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Meski, ketiganya punya prestasi atau di atas peringkat lima belas, tapi segi ekonomi, mereka ini dapat dikatagorikan mampu karena semua orang tuanya merupakan PNS.

Makanya, ketiga lulusan SMA itu tak layak menerima beasiswa, karena dalam prosesnya disinyalir telah terjadi kecurangan. Hal itu ditegaskan Abdul Jalil, Direktur Grassroots Society Forum (GSF) Meulaboh kepada koran ini kemarin.

Bahkan Abdul Jalil merinsinya, salah satunya, Reza Prasetia Putra, siswa SMA N 1 Meulaboh, lulus beasiswa prestasi di Fakultas Kedoktoran Unsiyah. Sementara orangtuanya (Ibu reza, red) adalah PNS di Kantor Bupati Aceh Barat.

Sehingga dapat dikatakan masuk kategori mampu dibidang ekonomi orangtua Reza. Tetapi reza, dalam buku rapor mendapat peringkat satu dan dua di SMA Negeri I Meulaboh. Dia tergolong siswa berprestasi dan mampu mampu, karena ibunya sebagai PNS.

Siti Mardyah, siswi SMA N 4 Wira Bangsa Meulaboh, orang tuanya (ibu, red) merupakan mantan Kepala SDN Cot Darat yang sekarang mengajar di SDN I Bubon.
"Jadi orang tuanya juga tecatat sebagai PNS pada jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat.

Tetapi Siti, panggilan akrab sehari-hari di SMAN 4 tercatat peringkat lima belas, mulai kelas satu sampai kelas tiga ia menyandang status tersebut, yaitu tahun pertama dikelas 1A karena dapat peringkat lima belas pindah ke IIB dan sampai kelas tiga bertahan pada kelas IIIB karena tidak berprestasi.

Namun orang tuanya dapat dikatagorikan mampu secara ekonomi, tetapi kurang baik berprestasi.
Selain itu, Aulia Urrahman siswa SMA N 2 Meulaboh, dalam buku rapornya peringkat lima belas juga. Namun lulus di Fakultas Kedoktoran Unsyah, walaupun tergolong tidak mampu berprestasi.

Aulia panggilan sehari-hari dapat dikatagorikan mampu yaitu ayahnya PNS di Dinas Pendidikan Aceh Barat. Dan ibunya PNS di Dinas kesehatan Aceh Barat. disegi ekonomi, Aulia dapat dikatagorikan mampu Cuma dari segi ilmu ia tidak mampu berprestasi disekolah.

Kami Hanya Merekomendasikan
Sementara itu, menanggapi tudingan dari Abdul Jalil, Direktur Grassroots Society Forum (GSF) Meulaboh soal kecurangan proses penerimaan beasiswa di sekolah tersebut, Kepala Sekolah SMAN 2 Meulaboh, Marwanto malah mengatakan, tidak ada masalah dalam pemberian rekomendasi tersebut.

Menurutnya, mengapa tidak seluruh anak didiknya, seperti Aulia Urrahman dan Puri Adis Fadilah yang mau mengurus beasiswa seperti ini. "Kita hanya memberikan rekomendasi, sementara memutuskan layak tidaknya sang siswa menerima beasiswa, adalah pihak panitia beasiswa provinsi," ujar Marwanto membela diri.

"Ketiga nama yang lulus untuk mendapatkan beasiswa penuh dari Provinsi Aceh untuk tembus Fakultas Kedoktoran Unsiyah, ini terindikasi jelas cacat proses dan penuh manipulasi. Akibatnya, tidak baik dan dapat terindikasi kerugian bagi daerah maupun unsyah dimata publik.

Ketiga nama tersebut, berasal dari keluarga mampu secara ekonomi karena orangtunya pegawai negeri sipil," ujar Abdul Jalil. Diharapkan, ujar Abdul Jalil, pada tim seleksi provinsi untuk melakukan diagnosa ulang atau tes ulang.

Sehingga mendapatkan hasil yang rill tampa rekayasa serta memberi kesempatan pada anak-anak berprestasi dan berasal dari keluarga tidak mampu sebagai bentuk keadilan bagi masyarakat dari Bumi Teuku Umar.

Karena telah terbukti cacat proses segera diperbaiki bukan perbaikannya tahun depan. ”Ibarat ban kempes, ya harus ditampal sekarang bukan ditampal tahun depan,” ujarnya. (den)
http://www.rakyataceh.com/index.php?open=view&newsid=17003&tit=Berita%20Lalu%20-%20Proses%20Beasiswa%20di%20Meulaboh%20Curang

 


Translate Web Ke Bahasa :

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday737
mod_vvisit_counterYesterday803
mod_vvisit_counterThis week737
mod_vvisit_counterLast week7557
mod_vvisit_counterThis month23974
mod_vvisit_counterLast month38113
mod_vvisit_counterAll days583188

Online (20 minutes ago): 21
Your IP: 38.107.179.230
,
Today: Mei 20, 2012