Poll

busyLoading Poll...
busyLoading Poll...

Berlangganan Artikel Baru

Name:
Email:

Login Box

Login

Don't You have account?

Sign Up

Facebook Like Button

Update Berita

Perkebunan Karet Hak Guna Usaha PT.SIR Terindikasi Telah Ditelantarkan, Perlu Segera DiCabut / dihapus Sesuai PP No 11 Thn 2010 Tentang Penertiban & Pendayagunaan Tanah Terlantar, Perlu Segera Tindakan Dari Kakanwil BPN Provinsi Aceh untuk Ditertipkan oleh PANITIA C sebagai tim indetifikasi tanah terlantar merujuk pada Perkbn no 4 thn 2010 tata cara penertiban tanah terlantar
Martti Ahtisaari Minta Donor Terus Bantu Aceh

 Martti Ahtisaari Minta Donor Terus Bantu Aceh

* Mahasiswa Sampaikan Enam Tuntutan

- Utama 11 December 2009, 16:56
BANDA ACEH - Mantan presiden Finlandia,
Martti Ahtisaari mengatakan, pihaknya terus meminta negara dan lembaga-lembaga
donor untuk terus membantu Aceh.
Saat ini prioritas yang paling utama bagi masyarakat Aceh
adalah menggerakkan roda ekonomi.

 "Saya yakin
semua Anda tentunya setuju yang paling penting saat ini adalah bagaimana
memperbaiki keadaaan ekonomi masyarakat Aceh. Jadi, masyarakat bisa merasakan
adanya perubahan yang lebih baik, bukan hanya terwujudnya perdamaian, tetapi
juga adanya kesejahteraan hidup yang lebih baik," kata Direktur Crisis
Management Initiative (CMI) itu dalam konferensi pers di ruang rapat Kantor
Gubernur Aceh, Kamis (10/12).

 Ahtisaari tiba di
Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar pukul 11.00 WIB. Konferensi pers
itu digelar usai pertemuan tertutup hampir tiga jam yang dihadiri Martti
Ahtisaari, Gubernur Irwandi Yusuf, dan beberapa Kepala Satuan Kerja Pemerintah
Aceh (SKPA). Pertemuan itu berlangsung sejak pukul 14.30 hingga 17.30 WIB.

 

Menurut
Ahtisaari, kedatangannya ke Aceh dalam rangka membuat perencanaan supaya
butir-butir dalam MoU Helsinki bisa diimplementasikan dengan baik.

 

Ahtisaari datang
ke Jakarta, Selasa lalu.
Dia mengaku sudah bertemu dengan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono. Wakil-wakil pemerintah di Jakarta, katanya, menyambut baik peran
dirinya untuk terus memfasilitasi proses damai Aceh.

 

Pada Sabtu atau
Minggu lusa Ahtisaari juga berencana akan bertemu lagi dengan wakil-wakil
pemerintah dan lembaga donor. Sebelum kembali, peraih Nobel Perdamaian itu
berencana menemui wakil-wakil dari partai politik, LSM, dan masyarakat
sipil. 

 

Ahtisaari juga
berharap kondisi di Aceh akan cepat lebih baik. "Sehingga kalau saya
datang lagi berikutnya bukan untuk bekerja, melainkan untuk berlibur,"
katanya, yang disambut tawa Gubernur Irwandi yang mendampinginya saat
konferensi pers berlangsung.

 

Dia  mengakui sebelumnya sempat khawatir dengan
suasana pemilihan umum di Aceh, namun ternyata dapat berlangsung dalam suasana
aman dana damai. 

 

Saat ditanya
tanggapannya mengenai sikap Mendagri yang belum menerbitkan SK penetapan
Pimpinan DPRA, Ahtisaari berharap, persoalan itu bisa segera diselesaikan
secara formalitas. "Kesulitan-kesulitan yang dihadapi sekarang secara
formalitasnya bisa diselesaikan. Saya juga sudah berjumpa dengan Ketua DPRA,"
katanya.

 

 

 

Jumpa mahasiswa

 

Usai konfrensi
pers, lima perwakilan mahasiswa dan seorang pemuda yang sudah menunggu di luar
Kantor Gubernur, sejak sebelum kedatangan Martti Ahtisaari , akhirnya diizinkan
masuk dan bertemu Martti Ahtisaari di ruang kerja Gubernur. Koordinator aksi,
Herri Mauliza mengatakan dalam pertemuan tertutup itu, mereka menyampaikan enam
tuntutan mahasiswa yang sebelumnya telah disampaikan kepada anggota DPR Aceh,
saat berunjuk rasa di depan Dedung DPRA.

 

Pertama, mendesak
Pemerintah RI merevisi Undang-undang Pemerintah Aceh (UU-PA) yang belum sesuai
MoU Helsinki, seperti pembagian hasil bumi dan gas antara Aceh dan Pusat.
Kedua, mendesak Pemerintah RI
menjamin pelaksanaan UU-PA yang belum sesuai MoU Helsinki.

 

Ketiga, mendesak
Mendagri mengeluarkan SK pimpinan DPRA definitif. Keempat, mendesak Pemerintah
RI dan Pemerintah Aceh menghadirkan pemantau asing di Aceh. Kelima, meminta
Pemerintah RI menghormati proses perdamaian berkelanjutan dan kekhususan Aceh.
Dan terakhir, apabila tuntutan tidak dilaksanakan dalam waktu dekat, maka
rakyat Aceh akan memboikot sistem kinerja eksekutif dan legislatif di Aceh.

 

"Secara
umum, Pak Martti menanggapi tuntutan kami. Beliau mengatakan akan memfasilitasi
pertemuan Pemerintah Aceh dengan Pemerintah RI, jika ada persoalan penting yang
menyimpang amanah MoU Helsinky. Beliau juga berjanji, ia dan Uni Eropa selalu
memantau proses perdamaian di Aceh, walaupun tidak dibentuk lembaga pemantau,
seperti AMM," kata Herri menjawab Serambi malam tadi.

 

Pertemuan Ahtisaari
beserta stafnya dengan para perwakilan mahasiswa dimulai pukul 17.00 WIB dan
berlangsung sekitar satu jam.

 

Sebelum bertemu
Ahtisaari, para mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur dan
Gedung DPRA. Mereka mengusung enam tuntutan yang kemudian juga disampaikan
kepada Ahtisaari. Namun, saat di Kantor Gubernur mereka hanya diterima Kasubbag
Keamanan Dalam Kantor Gubernur, Syukrianto. Sementara Gubernur Irwandi sudah
berangkat ke Bandara SIM menjemput Ahtisaari.

 

Sedangkan dalam
aksi di DPRA, para demonstran diterima anggota DPRA, Abdullah Saleh, M Yunus
Ilyas, dan T Husen Banta. Dalam pertemuan di luar Gedung DPRA, anggota dewan
ini menerima permintaan mahasiswa untuk menghubungi Ketua sementara DPRA, Hasbi
Abdullah yang sedang menjumpai Mendagri di Jakarta. Melalui HP, Hasbi menjawab
mendagri perlu menelaah kembali persoalan pengesahan pimpinan DPRA, apakah
sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.(sak/sal)

 

 


Translate Web Ke Bahasa :

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday712
mod_vvisit_counterYesterday803
mod_vvisit_counterThis week712
mod_vvisit_counterLast week7557
mod_vvisit_counterThis month23949
mod_vvisit_counterLast month38113
mod_vvisit_counterAll days583163

Online (20 minutes ago): 13
Your IP: 38.107.179.229
,
Today: Mei 20, 2012